PROLOG - Aku Ingin Menjadi Seorang Hacker

Posted on Juni 29th, 2008 in Hacking by nyelonong

Aku Ingin Menjadi Seorang Hacker

Ketika pertama kali megenal komputer, rasa ingin tahu menyergap.Begitu banyak hal yang bisa di lakukan oleh sebuah komputer, saya bertanya-tanya apa yg menyebabkan demikian?

Jika sedang iseng, saya akan megetikan perintah-perintah yg tidak di kenal oleh komputer.Meski selalu di jawab dng –Bad Command or File name- saya tidak peduli.Lalu seorang teman saya menunjukan bagaimana ia bisa menampilkan namanya setiap kali komputer di nyalakan. Dan saya mempelajarinya, menghapal setiap kode yg di butuhkan untuk menyusun balok2 putih di layar. Dan ketika saya berhasil menampilakan nama saya di layar, saya sangat bangga.

Kemudian teman saya itu datang lagi dng kemampuan lain. Ia bisa membuat pertanyaan yg harus di jawab sebelum seseorang bisa menggunakan komputernya. Maka saya pun belajar, saya meneliti setiap baris kode2 yg di gunakan. Mencoba membuat hal itu.Kemudian mata saya terbuka. Semua yg bisa di lakukan pada komputer, mulai dari mengetik hingga bermain game, merupakan sebuah kode-kode yg sedang saya pelajari.

Saya pun tahu apa yg ingin saya lakukan kemudian.Saya tahu apa, tetapi waktu itu saya belum tahu namanya.Sejak dulu, saya ingin menjadi seorang Hacker.

Biarkan mereka tidak mengerti mengapa saya menghabiskan berjam-jam di depan komputer.Biarkan mereka bilang saya kurang pergaulan atau Introvert.Peduli apa saya dng mereka? Inilah duniaku, dunia yg tersusun hanya dari angka-angka nol dan satu.

Definisi Hacker

Mencoba mendefinisikan Hacker sebenarnya seperti mencoba membuat semua orang tersenyum pada saat yg sama.Sebuah pekerjaan yg sulit untuk di lakukan dng satu cara saja.Itu sebabnya tidak pernah ada hanya satu definisi untuk hacker.

Definisi Hacker umumnya terkait dng, 1) Kemampuan teknis, 2) Kesukaan menyelesaikan masalah, 3) Rasa ingin tahu, 4) melampaui batasan-batasan yg ada, baik dalam diri maupun dari lingkungan.

Dalam kamus yg lebih banyak di mengerti orang Awam, karena di tegaskan penggunaannya oleh media massa, hacker di artikan sebagai penjahat yg menggunakan komputer atau melakukan kejahatan komputer (CyberCrime).Asal-usul kata hacker mungkin tidak ada kaitannya dng kejahatan, tetapi fakta di masyarakat istilah hacker telah begitu terkait dng kejahatan.

Dalam komunitas hacker yg bukan penjahat, istilah penjahat komputer disosialisasikan dng sebutan Cracker.Menurut mereka perbedaannya sederhan, Hacker membuat sesuatu, sedangkan Cracker menghancurkan atau merusaknya.

 

Manifesto Hacker

Ada semacam romantisme kenakalan remaja pada budaya hacker. Napas-napas pemberontakan yg memikat.Sama memikatnya seperti Jim Morisson, Che Guevara, Soe hoek Gie, Chairil Anwar, Iwan Fals atau Eminem.Romantisme tsb berasal dari idealisme kebebasan dan rasa ingin tahu.Seperti tercermin dalam dokumen “The Conscience Of A Hackcer” (Hati nurani seorang Hacker) yg di tuliskan seorang Hacker bernama The Mentor.Berikut cuplikan dokumen yg kerap di sebut manifesto Hacker itu:

Inilah dunia kami… dunia elektron dan switch, beauty of the baud.Kalian menyebut kami penjahat, karena kami mnggunakan layanan yg sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah jika tidak di kuasai orang-orang rakus mencari keuntungan.Kami kalian sebut penjahat, karena kami gemar menjelajah.Kami kalian sebut penjahat, karena kami mengejar ilmu pengetahuan.Kami ada tanpa warna kulit, tanpa kebangsaan, tanpa bias agama, tapi bagi kalian kami penjahat.Ya, kami adalah penjahat, sedangkan kalian lah yg membuat Bom nuklir, mengobarkan peperangan, membunuh, berbuat curang, berbohong, dan berusaha membuat kami percaya bahwa itu semua demi kebaikan kami.

Ya, aku adalah penjahat.Kejahatanku adalah keingintahuanku.Kejahatantu adalah menilai orang berdasarkan perkataan dan pikiran mereka, dan bukan berdasarkan penampilan mereka.Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sebuah dosa yg tak akan pernah bisa kalian ampuni.

Aku adalah Hacker, dan inilah manifestoku.Kau bisa menghentikan satu, tapi kau tidak bisa menghentikan semuana.Bagaimanapun juga, kami semua sam!. (The Mentor, 1986)

Kemampuan VS Penampilan

Lebih dari semua tindak-tanduk dan ciri budaya itu, menjadi seorang Hacker berarti memiliki kemampuan tertentu.Dan kemampuan itu, keahlian itu, tidak bisa tergantikan oleh apapun.Keahlian adalah Emas bagi para Hacker.

Seseorang yg di akui sebagai Hacker, baik dalam arti baik maupun buruk, selalu seseorang yg memiliki kamampuan “Menakjubkan”.Bagaikan ahli-ahli Kungfu dlm cerita-cerita silat dari mandarin, seorang hacker dng kemampuan tinggi biasanya justru tidak sesumbar/sombong.

Hacker paling tidak harus menguasai lebih dari satu bahasa pemrograman, dan bahasa pemrograman yg di kuasai di sarankan bukan “Basic”.Ada banyak bahasa pemrograman yg bisa di kuasai hacker, mulai dari Python,Java,Lisp,Perl, hingga C dan C++.Masing-masing membutuhkan waktu yg tidak sedikit untuk di kuasai.

Dalam dunia yg semakin terhubung, karena internet yg semakin merasuk dalam kehidupan manusia, hacker jg harus memahami cara kerja jaringan internet.Bahasa HTML (Hyper text Markup Language) harus menjadi semacam “bahasa ibu” bagi mereka.

Seorang Hacker tanpa kemampuan, tetapi kerap sombong di forum-forum online atau media Chatting, hanyalah “Tong Kosong” yg bising dan mengganggu. “Hacker Palsu” ini biasanya akan bernasib Tragis.Dipermalukan seumur hidup atau mati tanpa pernah di ingat.

Tanpa Jendral, Tanpa Presiden

Dunia para Hacker adalah komunitas “Ada dan tiada”.Anda tidak akan menemukan kartu anggota komunitas hacker dunia, tapi mereka benar-benar ada.Anggotanya di akui oleh sesamanya dan mereka tidak peduli apakah orang lain mengakui hal yg sama.Kadang, mereka bahkan tidak mau di sebut sebagai Hacker.

Tak ada pimpinan di dunia Hacker, baik De Facto maupun De Jure. Linus Torvalds misalnya, meski memimpin pengembangan kernel (Bagian paling inti) sistem operasi Linux, bukan seorang pemimpin komunitas hacker.Jika Linus ‘mati’ ada ribuan lain yg siap menggantikannya.

Para pemimpin dalam dunia Hacker, mereka yg kata-katanya berpengaruh besar, kerap kali adalah orang-orang yg tidak mau menjadi pemimpin.Oleh karena itu jarang sekali mereka bertindak otoriter dan membuat keputusan dng pertimbangan pribadi saja.Selalu ada aura kebebasan dalam setiap perkataan mereka, sekeras apapun pernyataan itu.Komunitas seakan selalu di beri pilihan , “Anda boleh ikuti saya, boleh juga tidak”.

Apakah saya seorang Hacker?

Kembali pada pertanyaan di atas, apakah saya seorang Hacker? Untuk sungguh-sungguh menjawab pertanyaan itu, marilah kita melakukan introspeksi.Beberapa hal berikut ini bisa membantu anda dan saya, apakah semangat Hacker sudah masuk dalam diri atau belum.

  1. Kemampuan Teknis

Modal dasar bagi seorang hacker adalah kemampuan teknis.Hacker bukanlah seseorang yg melihat sebaris kode di internet lalu menerapkannya begitu saja.Seorang Hacker melihat sebuah kode dan memanfaatkannya setelah menemukan cara kerjanya dan mengetahui apakah kode tsb memang yg paling efektif dan efesien untuk mencapai tujuannya

  1. Kerja keras

Seorang Hacker tidak mudah menyerah.Richard Stallman, misalnya, bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa tidur demi menciptakan sebuah piranti lunak yg “sempurna”.Seorang Cracker menghabiskan waktu berkam-jam untuk mencari celah pada sebuah sistem.Mitnick dng sabar dan teliti akan mencari celah yg bisa di masuki,.Hacker sampai pada tahap yg boleh di sebut obsesif.Seorang hacker adalah Workaholic yg tidak mudah menyerah.Namun ia melalukan semua itu dng efesiensi.Seorang hacker tidak akan mengulang-ngulang jika ia merasa tidak perlu, ini termasuk memanfaatkan apa yg sudah di capai orang lain untuk memenuhi tujuan diri sendiri.

  1. Kreativitas

Menemukan sebuah celah keamanan, merekayasa sebuah piranti lunak yg di kemudian hari ternyata di gunakan orang banyak, ini merupakan contoh dari pekerjaan-pekerjaan yg membuthkan kreativitas.Kemauan untuk tidak berhenti pada suatu pemikiran, untuk tidak terjebak pada sebuah jalan, berani untuk berlaku beda demi mencapai sebuah tujuan.Kreativitas soerang hacker tidak di batasi oleh hack cipta.Karya orang lain bisa di obrak-abrik oleh seorang hacker, di bongkar hingga ‘ke tulang sumsumnya’, dan kemudia di perbaiki dan di sebarluaskan agar lebih efesien, lebih cepat, dan mampu melaksanakan tujuannya.

  1. Aturan? Aturan yg mana?

Aturan adalah pagar yg melindungi namun kadangkala apa yg ada di dalam pagar telah melampaui apa yg ada di dalam pagar itu sendiri.Dalam bertindak, seorang hacker tidak bertanya terlebih dahulu apakah ada aturannya.Aturan adalah hal yg di pikirkan belakangan.Jika perlu, seorang hacker akan membuat aturannya sendiri.Seperti yg di lakukan Richard Stallman dng GPL-nya.Aturan yg bagi ahli hukum hak cipta mungkin sempat di anggap Gila itu ternyata justru melahirkan inovasi teknologi dan karya cipta yg melebihi apa yg bisa di bayangkan sebelumnya.

  1. Tanggung Jawab

Semangat Hacker yg di bawa dari awal istilah itu lahir adalah melakukan sesuatu yg tidak merusak.Kini makna itu mulai memudar, namun tanggung jawab tenggung jawab tetap merupakan esensi dari hacker.Hacker tidak bersembunyi di balik topeng, jika saatnya tiba untuk mengakui, ia akan mengakui perbuatannya.Adrian Lamo adalah contoh hacker yg bertanggung jawab.Menemukan kelemahan dalam sebuah sistem komputer tetapi mau membantu untuk menutupi kelemahan itu.Meski aturan di nomorbuncitkan, etika adalah hal yg sangat di hargai dalam dunia hacker.Bentuk lain dari tanggung jawab seorang hacker adalah kemauan untuk berbagi.Seorang hacker tidak menutup hasil kreasinya untuk dirinya sendiri, ia bersedia membaginya untuk semua orang.

Menjadi Hacker

Menjadi seorang hacker tidak harus buron seperti yg pernah di alami oleh Hacker Elite dunia Kevin Mitnick.Menjadi seorang hacker bisa di lakukan dng memegang teguh prinsip yg di miliki dan selalu bersedia menembus batas dalam bidang yg di geluti.Apapun bidang anda, jadilah seorang hacker dan tembuslah batas-batas yg ada.Tak ada yg bisa menghentikan kreativitas anda, tak ada yg bisa mengekang pikiran anda.Bebaskan diri dan Hack dunia ini!

9 Responses to 'PROLOG - Aku Ingin Menjadi Seorang Hacker'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'PROLOG - Aku Ingin Menjadi Seorang Hacker'.

  1. farieh said,

    on Juli 18th, 2008 at 11:02 pm

    I want to be too… because I am love Computer

    pengertian hacker sekarang udah sangat meluas…

  2. kania said,

    on Juli 19th, 2008 at 1:50 pm

    duh dalem banget neh kata-kata,,,

    akuh selelu mendukung mu,,, medukung langkah kecilmuh untuk suatu yg besar NANTI

  3. nyelonong said,

    on Juli 22nd, 2008 at 2:02 pm

    @farieh
    iaa.. bener tuh om..^^
    @kania
    thx

  4. anonym said,

    on September 4th, 2008 at 7:18 pm

    kata2nya sama persis dengan buku terbitan jasakom..

  5. nyelonong said,

    on September 6th, 2008 at 1:53 pm

    Yah.. terinspirasi juga dri situ


  6. on Oktober 21st, 2008 at 9:00 pm

    Nice Om Nyelonong,trims atas tulisannya yang sangat berarti ini bagi saya ^^

  7. Ricky said,

    on Nopember 4th, 2008 at 5:18 pm

    wuhh….
    hacker yang pintar nyusun kata2….

  8. Taufiq said,

    on Nopember 13th, 2008 at 12:01 am

    help me please…..kepengen bgt jd hacker…..cuz gw sk bgt ma kmpter…i luv it..

  9. yang tidak bisa disebut namanya .... said,

    on Nopember 21st, 2008 at 9:05 am

    Hargailah Hak Kekayaan Intelektual atau karya orang lain ……

    Show me your code ?

Post a comment